The Enemy of a Great Life is a Good Life

Oleh:
Herwan, S.Pd.I., M.M.Pd.
(Guru PAI SMAN 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi)

Dikisahkan ada seekor katak yang senantiasa melompat untuk mencari tempat yang hangat karena habitat yang asalnya sedang dilanda musim dingin. Pada suatu kesempatan lompatannya menempatkan seekor katak tersebut dalam bejana air yang sedang dipanaskan. Ketika suhu air semakin naik, katak ini mampu menyesuaikan suhu tubuhnya. Katak terus menyesuaikan dengan peningkatan suhu. Ketika air akan mencapai titik didih, katak tidak mampu lagi menyesuaikan. Pada saat itu katak memutuskan untuk melompat keluar. Katak terus mencoba untuk melompat tetapi tidak dapat bergerak sedikitpun, akhirnya katak itu mati, terbujur kaku meregang nyawa. Apa yang membunuh katak itu?

Banyak yang berpandangan dan menjawab air mendidih, suhu yang semakin panas, atau mungkin api yang menjilat-jilat bejana air. Tapi yang membunuh katak itu sebenarnya adalah ketidakmampuan dirinya untuk memutuskan kapan ia harus melompat keluar.

Dari ilustrasi di atas kita dapat mengambil pelajaran, bahwa memang benar semua perlu menyesuaikan diri dengan orang-orang dan situasi di sekeliling kita. Tapi kita juga seyogianya ingat pula satu hal, ada kalanya kita harus menghadapi situasi dan segera mengambil tindakan yang sesuai dan cepat untuk keluar dari zona nyaman sebelum terlambat.

Jangan sampai zona nyaman dan kenyamanan membuat kita berhenti bertumbuh dan berkembang baik secara keilmuan ataupun finansial, jangan sampai kita merasa sudah menjadi yang terbaik kemudian berhenti berbuat yang terbaik, berhenti ikhtiar, bahkan berhenti belajar di kehidupan saat ini. Kita harus terus bergerak dan menjadikan kenyamanan adalah musuh kita, sebagaimana ungkapan ‘The enemy of a great life is a good life‘ musuh dari hidup yang layak adalah merasa hidup sudah nyaman.

Dengan terus bergerak dan berkembang, terus berjuang untuk kebaikan, terus belajar tanpa henti, berarti kita sudah dalam proses memutuskan untuk melompat, untuk keluar dari satu situasi menuju ke situasi yang lebih baik lagi. Mari kita melompat selagi kita masih memiliki kekuatan. Laa roohat illa filjannah, tidak ada masa istirahat kecuali di surga. Atau, nasib kita tidak akan jauh berbeda dengan seekor katak yang meregang nyawa akibat lama berada di zona nyaman.

#MelompatLebihTinggi

#BerpendidikanLebihTinggi

Sahabat karib Anda:
Herwan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *