Mengenal Budaya Bento dari Jepang

Oleh :
Renaldy Mulyana Putra, S.S
(Guru Bahasa Jepang SMAN 1 Parungkuda
Kabupaten Sukabumi)


Bento (弁当) adalah salah satu kebudayaan Jepang yang populer di seluruh dunia. Mungkin kita sudah pernah melihat bentuk dari Bento itu sendiri, hanya saja tidak mengetahui namanya. Bento adalah hidangan satu porsi makanan rumahan dalam kotak makan. Bukan hanya sebagai bekal makanan dalam kotak, Bento dapat disebut karya seni juga tempat untuk mengekspresikan perasaan.

Bento bermula dari ratusan tahun yang lalu. Pada saat itu orang-orang membawa onigiri (bola nasi) atau hoshi-ii (nasi kering) untuk dimakan saat berburu, bertani, berlayar atau saat di medan pertempuran. Saat itu Bento hanya memiliki nilai praktis dan membuat makanan lebih tahan lama.

Pada zaman Edo (1603 – 1868), Bento menjadi suatu hal yang lebih spesial. Ketika istirahat saat menonton pertunjukkan teater, orang-orang menikmati makunouchi-bento (幕の内弁当) yang di dalamnya terdapat nasi serta lauk pauknya. Pada zaman Meiji (1868 -1912), karena sekolah tidak menyediakan makan siang, guru-guru dan siswa-siswi mulai membawa Bento ke sekolah hampir setiap hari begitu juga orang-orang yang bekerja. Belakangan ini, membuat bento menjadi lebih menyenangkan dengan banyaknya gaya Bento yang berbeda-beda.

Tapi apa yang berbeda dari Bento Jepang? Salah satu keunikan Bento Jepang ini adalah dekorasinya yang unik dan lucu sehingga menarik untuk dipamerkan. di Jepang, kita dapat menemukan apps dimana orang-orang saling membagikan gambar Bento buatan sendiri yang beragam. Untuk Bento yang diberi dekorasi sangat cantik disebut deco-ben. Deco adalah singkatan dari “Decorate” yang artinya mendekorasi dan ada juga kyara-ben (キャラ弁) yaitu bento yang dibuat berdasarkan karakter populer dari berbagai budaya pop, hewan, anime, kartun dan lain-lain.

Sekarang sudah banyak alat yang dijual untuk membuat deco-ben seperti gunting rumput laut, cetakan nasi dalam berbagai bentuk seperti hati, bintang, binatang dan lainnya sehingga semua orang dapat membuat bento yang unik tanpa harus memiliki kemampuan khusus.

Selain mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa bento juga baik untuk mengasah kreatifitas, membuat kita lebih semangat untuk bangun lebih awal dan makan siang pun akan lebih menyenangkan.

Sumber Gambar :

Dorothys Rubies, Japanese School Asahi, Bentousa, Mabre.jp

1 thought on “Mengenal Budaya Bento dari Jepang”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *