Implementasi Religious Culture Melalui Pembiasaan Shalat Dhuha

Berangkat dari hasil masukan peserta didik melalui acara tahunan musyawarah siswa (MUSIS) tentang program shalat dhuha bersama setiap pekan ketiga menjelang pembelajaran.

Sekolah sangat menyambut baik program ini karena merupakan bagian dari pembiasaan budaya religi (religious culture) di SMAN 1 Parungkuda. Acara ini dilaksanakan di lapangan upacara pada pukul 07.00 sampai dengan 07.45 bertepatan dengan hari Jumat, 24 Januari 2020.

Sebelum pelaksanaan shalat dhuha, guru pendidikan agama Islam memberikan pengantar terlebih dahulu, “shalat dhuha dan shalat-shalat sunat kecuali shalat ied, shalat gerhana dan istisqa dan sebagainya pada dasarnya shalat sunat yang lebih utama dilaksanakan secara sendiri-sendiri atau munfarid namun karena shalat sunat dilakukan dalam rangka pembelajaran dibolehkan berjamaah sebagaimana Rasulullah Saw pernah melaksanakan shalat sunat malam bersama Ibnu Abbas.” Ungkap Herwan mengutip pandangan Syekh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin.

Peserta didik terlihat sangat antusias dalam mengikuti acara ini, tidak terkecuali bapak/ibu gurupun ikut larut berbaur ditengah-tengah jamaah mengikuti pelaksanaan shalat dhuha dari awal hingga akhir. “Saya merasakan suasana yang berbeda saat tadi shalat dan doa yang dilantunkan, saya husnudzhan sama Allah, semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya dan mengabulkan hajat dan doa saya.” Ucap Lilis Kurniasih guru fisika.

Seluruh warga sekolah bukan hanya menyambut baik program ini, tapi juga menaruh harapan besar agar shalat sunat dhuha pekanan ini dapat berjalan secara rutin dan lebih baik lagi kedepannya sebagai salah satu langkah pembiasaan akhlak mulia dan budaya religi di sekolah.

Sumber: Uwen Baenuri

2 thoughts on “Implementasi Religious Culture Melalui Pembiasaan Shalat Dhuha”

  1. Harapan ingin sholat dhuha bersama sudah lama ingin dilaksanakan karena satu dan lain hal serta izin Alloh Taala alhamdulillah dapat terlaksana di jumat berkah awal tahun 2020 ini.Kami para guru sudah memotivasi hal ini kepada para peserta didik.Semoga pembiasaan shalat sunnat dhuha ini dapat melekat di hati para peserta didik tidak hanya di sekolah saat ini saja.semoga mereka terbiasa melaksanakannya sampai kelak tanpa paksaan atau pamrih.Untuk mencapai hal itu kami mohon kepada para guru selaku orangtua di sekolah tidak berhenti memotivasi mereka.sebagai contoh salah satu motivasi saya pernah membaca sebuah artikel ada seorang ibu yang rajin/ dawam sholat dhuha ditaqdirkan Alloh Swt dapat berangkat ibadah haji padahal beliau tidak punya uang.Qodarulloh ada hamba Alloh yang memberikan ongkos berangkat haji serta bekalnya.Masih banyak contoh lainnya yang menunjukkan kepada kita bahwa dengan membiasakan shalat Dhuha Allih Swt memberikan jalan/solusi kemudahan urusan hidup kita,aamiin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *