IKASNEPADA PEDULI BENCANA BANJIR BANDANG

Banjir bandang yang terjadi pada tanggal 21 September 2020 menimpa beberapa perkampungan di daerah Kecamatan Cicurug menyebabkan beberapa korban tewas dan kerugian yang cukup besar. Lokasi pertama yang terdampak banjir bandang tersebut adalah Kampung Cipari, Desa Cisaat. Di lokasi tersebut sebanyak 120 jiwa dari 40 KK terdampak dan ± 40 unit rumah terendam, kendaraan baik motor maupun mobil yang hanyut masih belum diketahui jumlahnya. Adapun di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan sebanyak 210 KK dan ± 200 unit rumah terdampak. Korban meninggal dunia sebanyak 2 orang berusia 25 tahun dan 60 tahun, luka-luka 20 orang, dan warga yang mengungsi ± 210 orang. Sedangkan di Kampung Aspol sebanyak ± 4 unit rumah terbawa hanyut, 16 jiwa dari 4 KK terdampak, dan 1 orang meninggal dunnia berusia 60 tahun. Di Kampung Nyangkowek Desa Mekarsari sebanyak 40 jiwa dari 10 KK terdampak, dan ± 10 unit rumah terendam. Terakhir, Kampung Lio Desa Mekarsari ± 30 unit rumah terendam dan 90 jiwa dari 30 KK terdampak, serta Perum Setia Budi Desa Bangbayang ± 5 unit rumah terendam dan 15 jiwa dari 5 KK terdampak banjir bandang tersebut.

Kerugian yang ditimbulkan dari bencana banjir bandang ini masih dalam penghitungan. Bencana yang salah satunya diakibatkan dari curah hujan yang cukup deras dan lama, sehingga sungai Citarik-Cipeuncit meluap hingga ketinggian 5 s.d 6 meter. Kejadian ini menyisakan kesedihan yang mendalam dan kerugian baik moril maupun materiil.

Untuk meringankan beban para korban, Ikatan Alumni SMAN 1 Parungkuda (Ikasnepada) ikut serta terjun langsung ke lokasi guna membersihkan sisa-sisa puing dari banjir bandang yang terjadi. Hal ini dilakukan sebagai bukti kepedulian alumni SMAN 1 Parungkuda terhadap lingkungan sekitar, terlebih ada beberapa alumni dan peserta didik yang terkena dampak dari banjir bandang tersebut.

Selain bantuan moril, bantuan berupa alat-alat kebersihan, peralatan mandi, kasur dan selimut, pakaian dalam pria-wanita untuk anak-anak dan dewasa, sembako, obat-obatan, hand sanitizer dan nasi kotak juga diberikan guna mengurangi beban para korban banjir bandang. Bantuan berupa uang tunai pun diberikan kepada warga di Kampung Nyangkowek dan Kampung Bantar dengan total Rp3.000.000,-.

 

Sumber : Herwan

Koordinator & Editor : TPMPS SMAN 1 Parungkuda

Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *